![]() |
| Post 04 |
Beberapa pekan lalu aku mau nulis post ini, tapi tiba tiba laptop mati, puff. Aku kontak beberapa temenku, cari tempat service laptop. Akhirnya ke Computa Jogja. Good for me, kabelnya doang yang rusak, jadi hemat, ahihi.
Well, di post ini aku mau menceritakan perjalananku ke Jakarta sepekan lalu. Cerita berawal ketika aku ditelfon papaku untuk kembali ke Jakarta, dari kabar yang ku terima, ternyata Nova dan Tono, teman masa kecilku akan mengadakan resepsi pernikahan. Yea, mereka berdua teman masa kecilku, hebat ya? Pilihanku jelas langsung jatuh kepada kata "Oke pa, Faruq beli tiket ke Jakarta, besok Jum'at malam Faruq ke Jakarta naik Taksaka."
Aku dapat tiket untuk Kereta Api Taksaka yang berangkat pada pukul 19.50. Jum'at malam, sekitar pukul 18.00 aku masih bermain dengan laptopku, kebiasaan kalau buka Facebook dan Twitter jadi lupa waktu, seperti yang ku katakan pada post pertamaku. 18.45 aku baru sadar aku belum packing dan siap siap. Segeralah aku packing 15 menit. Jam 19.00 aku menuju kamar mandi dan mandi 10 menit, lalu sholat isya (kali ini gak di masjid karena mengejar waktu) dan akhirnya berangkat pukul 19.30.
Perjalanan dari rumahku ke stasiun 15 menit? Tentu tidak, mungkin harusnya sekitar 30 menit ke pintu selatan stasiun, tapi "the power of kepepet" main disini, mobilnya ngebut cuuuuy! Satu hal aku sadar, TIKETNYA BELUM DI TUKEER parah abis. Aku dianter dua tanteku waktu itu, yang satu nyetir, yang satu nganterin. Parahnya perjalanan menuju pintu utara stasiun (tempat nuker tiket) seharusnya 45 menitan. Karena waktu, akhirnya aku dianter ke pintu selatan: Mau gak mau. Yaudah, begitu sampai di depan gerbang, tanteku yang satu markir, yang satunya langsung ngacir nganterin aku. Kita lari!..... gak dink, kita sprint to the max kaya pedagang DVD bajakan yang dikejar satpol PP make bombomcar. Sampe akhirnya sampe ke depan gerbang, ada mbak mbak di kotak kaca yang ternyata bisa nukerin tiket tanpa harus ke pintu utara. WOW, Miracle.
Kalian tau? di stasiun Tugu, Yogyakarta, dari gerbang selatan menuju peron itu harus lewat terowongan sodara-sodara. Parah abis! padahal waktu menunjukan 19.48!!!! Setelah tiket dicetak, miracle kedua datang. Petugas yang biasa ngecap akhirnya boleh membukakan gerbang jalan pintas tanpa lewat terowongan. Tanteku gak masuk of course. Trus gak lama kemudian, miracle ke tiga datang!, petugas lain memerintahkan petugas peron lewat walkie talkie nya untuk menahan kereta YANG SEHARUSNYA SUDAH BERANGKAT! aku ditunggu keretaaaaa. Waw. Super sekali, yaudah, aku lari menuju peron sambil di semangati para petugas di tiap peron! "ayo mas ayo mas" mereka bawa walkie talkie semua sambil ngecekin keretanya beneran berenti. Dan aku lari melewati peron 1, peron 2, peron 3, ruang tunggu, peron 4 daaaaaaaaaaaaan akhirnya peron 5! YAAAAAAAY!
Aku naik dan di sambit sambut oleh petugas Taksaka. Gerbong tempatku masuk untungnya adalah gerbongku. Syukurlah.
Setelah kejadian ini aku belajar beberapa hal:
1) Siapkan waktu at least 1 jam lebih awal dari waktu keberangkatan.
2) Pastikan tukar tiketmu dulu sebelum berangkat. dan yang terakhir
3) Resapi lirik naik kereta api di bagian "keretaku tak berhenti lama"
That's all, untuk kalian semua yang mau bepergian, cek barang barang juga jangan sampai ada yang tertinggal, HP, Charge, Dompet, Idung dan Tangan, pastikan semua ada. Anyway, Setelah perjalanan beberapa jam, tidur gak nyenyak di kereta dan ditambah makanan kereta yang gak enak tapi mahalnya kaya beli Caviar dan L'escargot di restaurant perancis bintang 5, akhirnya aku sampai di Jakarta pukul 03.50, tujuan akhir memang stasiun Gambir, tapi aku ikut kereta pulang ke Dipo Manggarai sekalian turun di Stasiun Manggarai biar langsung bisa naik Commuter line.
Manggarai gak seperti dulu ketika kutinggal, manggarai berbeda, sama seperti cerita yang akan aku ceritakan selanjutnya tentang perbedaan, perbedaan tentang waktu dan keadaan.

0 comments:
Post a Comment